H. Farid Mubarok - Kediri

KPU Sederhanakan Format Pelaporan

Farid Mubarok     25 Nov 2013 15:51 pm


KPU Sederhanakan Format Pelaporan

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggagas sejumlah perubahan dalam proses pemungutan dan penghitungan suara pada pemilu 2014 mendatang.

Gagasan tersebut antara lain terkait format formulir berita acara hasil pemungutan suara (formulir C1). KPU mengusulkan adanya penyederhanaan baik dari sisi bentuk maupun jenis formulir.

"Misalnya untuk format berita acara, berisi statemen bagaimana perhitungan suara. Sertifikat perhitungan suara juga perlu untuk lebih meminimalisir petugas di tempat pemungutan suara (TPS)," ujar Komisioner KPU, Ida Budhiati, di Jakarta, Jumat (22/11).

Menurut Ida, gagasan penyederhanaan muncul semata-mata dilandasi spirit KPU yang ingin menegakkan integritas. Namun sebelum ditetapkan dalam bentuk Peraturan KPU, penyelenggara pemilu ini harus terlebih dahulu mengonsultasikannya ke DPR.

"Untuk PKPU pemungutan penghitungan suara ini lagi mau kita konsultasikan ke DPR. Jadi belum diputuskan. Konsultasinya lebih kepada soal regulasi. Intinya spirit KPU ingin menegakan integritas," katanya.

Dalam rancangan PKPU tersebut, kata Ida, KPU juga akan menjabarkan secara rinci perintah undang-undang terkait perlunya saksi dari masing-masing partai politik peserta pemilu memeroleh formulir C1 di masing-masing TPS.

"Selain itu hasil perhitungan juga harus terbuka dan ditempel pada tempat-tempat terbuka. Jadi standarnya seperti undang-undang," ujarnya



Peristiwa lainnya

  • Bawaslu Ajak KPK Awasi Dana Bansos
  • KPU Akan Verifikasi Laporan Dana Kampanye Parpol
  • KPU Belum Sanksi Caleg yang Tidak Lapor Dana Kampanye
  • Bawaslu: Tinta KPU Mudan Memudar
  • Jakarta Tuan Rumah World Islamic Tourism Mart 2014
  • Baru 32 Lembaga Survei dan Hitung Cepat Telah Mendaftar di KPU

  • 2013 © H. Farid Mubarok | Seluruh konten pada website ini dilindungi Undang-undang, dilarang menyalin konten tanpa izin tertulis dari pemilik website.